Rabu, 28 Desember 2011

Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi

Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi merupkan cerpen remaja sedih ,karena sebuah cinta yang telah terbagi kayak cerpen sedih dekap Khayalan jadi mengenang Masa Lalau jadi Galau dech, nama nya juga masa - masa remaja ini penuh dengan namanya cinta yang datang maupun pergi, cinta mencintai , disakiti pula juga tanpa kita sadari kita menyakiti orang yang mencintai kita, kembali ke topik awal Cerpen cinta 2012 ini sebenarnya udah lama dikirim , hehe tapi baru di post maaf yaa terimakasih buat yang ngrim namanya  Chintya Valent moga besok2 ngrim lagi ya ^_^. Yuk Mari baca



Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi


Nama ku chindy….aku remaja ingusan 19 tahun yang udah ngalamin cobaan2 yang aku rasa berat….singkat cerita nih,ayah aku tu seorang pengusaha sangkar burung yang sukses banget tapi di awal tahun 2006 beliau bangkrut,di khianatin sama teman kerjanya.MIRIS!!! setelah itu,beliau mencoba bangkit dari keterpurukannya dan mencoba tes buat jadi karyawan swasta.dan ternyata lolos.ayahku mulai bekerja menjadi kryawan sebuah kantor swasta dengan gaji yang lumayan banyak lah cukup buat hidup sehari2.tapi….setelah beliau bekerja di sana beliau jadi terlibat perselingkuhan,aku berkata begini karena aku menyaksikannya 

sendiri.singkat cerita juga ibu aku gak terima di perlakukan seperti itu,dan naas nya ibu ku malah membalas dengan perselingkuhan pula.beliau mulai berani jalan dengan teman laki2nya..bahkan aku pernah dengar dia masuk hotel dengan salah satu teman laki2nya.bisa di bayangin betapa hancurnya hati aku??sakitt banget kalo aku gak punya iman mungkin aku udah melakukan hal2 yang menyesatkan.tapi bersyukur aku masih bisa mengontrol diriku.intinya keluarga aku RUSAKKK 

Saat aku mengalami keterpurukan ku yang luar biasa ini seorang laki2 datang menawarkan kasihnya padaku,namanya vincent usianya 2 tahun di atasku.dia begitu sabar terhadapku….dan juga terhadap keluargaku.Kami mulai menjalin hubungan 1 oktober 2009 jam 10:41…aku sangat mengingatnya.betapa bahagianya aku hari itu.Hari berganti hari,tahun berganti tahun tidak terasa hub kami sudah 2 tahun…banyak sekali ujian bagi hubungan kami ini.tapi semua itu mampu kami lewati karna besarya cinta kami.tapi tidak untuk masalah yang kali ini 

Yaaa…. Orang ke-3…sejak vincent pindah tempat kerja dia mulai berbeda.ada seorang cewek yang aku tahu namanya Tisya.awalnya Tisya yang ngejar2 vincent.setahu aku vincent ituorangnya gak mudah tertarik sama cewek tapi ternyata aku salah.suatu ketika aku membuka hape nya vincent ada beberapa sms dari Tisya
Tisya mesagge::Sayang abis ini aku melucur ke kafe tunggu aku ya sayang.lalu aku buka balasan sms vincent ke tisya aku berharap balasan itu tidak ada.tapi ternyata ada.aku buka pelan2… 

Vincent mesagge::Iya sayyanggkuuu aku tunggu ya..muach……Ya Tuhan kaget banget aku.aku tanya pelan2 sama vincent “sayang ini maksudnya apa??kok kamu manggilnya sayang2 sih ke tisya”aku lihat sorot mata gugup dari mata vincent.tapi dia mencoba menjawab setenang mungkin.”ya ampun kok bisa sih padahal aku gak bales sms dia lho sayang..ohh ini pasti ulahnya si Dikko,dia emang usil banget sayang suka baca2 sms aku gitu.beneran deh yank bukan aku yang balesin masa kamu gak percaya sih sama aku?”terpaksa aku mempercayainya.tapi tidak 100%..singkat cerita aku mulai menyelidiki hubungan mereka.dan ternyata memang benar mereka ada hubungan!! 

suatu ketika ada seorang cewe yang ngasih tau aku.kalo vincent sering ngasih cokelat ke tisya kalau tisya marah.padahal kalau aku yang marah vincent malah balik marah ke aku.merasa tidak adil,kenapa harus terjadi yang seperti ini apa kurangnya aku ke vincent.aku gak pernah nuntut macem2 sama vincent tapi kenapa dia bisa tega sama aku.lalu aku mulai add facebook teman2 kerja vincent.aku mau telusuri foto2 mereka dan ternyata banyak sekali foto mesra mereka,di kafe,mall,bahkan di pantai pun ada.bisa kalian bayangin kan gimana rasanya. 

Sabtu sore sepulang kerja aku ajak vincent ke taman buat bicaraain ini baik2.dan akhirnya vincent mengaku kalau memang dia menyayangi tisya,dia cinta sama tisya,dan gak bisa untuk lebih miilih salah satu antara aku/tisya.Vincent nangis dan memohon untuk di beri kesempatan.dia minta waktu untuk dia bisa melupakan Tisya.aku menurut saja karna aku sangat mencintai Vincent.Setiap malam aku berdoa buat hubungan ini.aku minta yang terbaik untuk hubungan aku dan Vincent.Tapi Tuhan menjawab lain.semakin hari vincent malah semakin berani dengan hubungannya bersama Tisya….Aku sering denger dari teman2ku kalau mereka bertemu vincent dan tisya di tempat2 umum berduaan.itu udah menunjukkan betapa beraninya mereka. 

tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa.Vincent tidak mau melepasku tapi aku tersiksa dengan keadaan seperti ini.lalu aku merenungi kejadian ini.semua kembali ke aku.Ayah dan ibuku saling mengkhianati dan berselingkuh…akhirnya anak yang jadi korban.mungkin seperti inilah perasaan suami/istri selingkuhan ayah dan hbuku.aku baru masa pacaran bagaimana dengan mereka yang sudah menikah dan mempunyai anak.betapa sakitnya hati mereka.kalau sudah seperti ini siapa yang harus di salahkan??Tidak ada!!semua terjadi dengan sendirinya.akan selalu begitu.dan saat ini aku memutuskan untuk keluar dari semuanya.lebih mendekatkan diriku pada Tuhan.berharap Tuhan pulihkan hidupku dan juga keluargaku.satu hal yang harus kita pegang HUKUM KARMA MASIH BERLAKU….. 

Brbuat baik pada siapa pun.dan menjaga kesetiaan itu penting.Aku sudah mengalaminya.pedih sekali,sekecil apapun perbuatan kita pasti ada balasannya…Tentang aku dan Vincent kami masih bersama tapi aku bertekad aku pasti keluar dari semua ini.hidup ku tidak hanya untuk menanti kesetiaan seorang playboy.karena aku percaya Tuhan sudah sediakan jodoh terbaik buat aku.ayah dan ibuku masih belum berubah.tetap pada perbuatannya….Tapi suatu saat mereka pasti sadar dan bisa menjadi orang Tua yang terbaik untukku dan adikku.kisahku mungkin sederhana.tapi aku berharap ini bisa menjadi inspirasi untuk orang di sekitarku….untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi…Amin

Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi bagaimana menurut sahabat aneka remaja? hemm kalo menurut aq  jangan pernah cinta terbagi, gak baek lho cinta cukup 1 aja natr nyakiti hati orang kan kasian, mencintai dan di cintai lebih baik, so jangn pernah mainkan hati orang oke!!!

Read more ...

Minggu, 25 Desember 2011

Koleksi Cerpen - Cerpen Galau

Koleksi Cerpen -  Cerpen Galau  kali ini dapat kiriman dari penulis gekap kita gak tau siapa , kayaknya cerpen sedih cinta ini kayaknya pengalaman pribadi akan sebuah cinta yang di gantung kayak puisi galau aja , sedikit mengulas cerpen ini kayaknya si coeok nembak cewek, tapi ceweknya gak beeri jawaban, duchhh kasian baget ya yang jadi cowoknya.Yuk Baca

Cerpen Galau Menunggu Sebuah Jawaban Cinta



Cerita ini bermula ketika seorang pemuda mulai mencari jati diri, mulai menginjak masa – masa yang berat karena semua masalah sudah mulai mendera hidupnya, terutama masalah Cinta. Kisah ini bermula ketika dia mulai kuliah dan bertemu dengan seorang wanita. Awalnya semua nya biasa-biasa saja tapi setelah beberapa lama berkenalan semuanya mulai berubah, hal-hal seperti rasa suka mulai mendera di dalam hati pemuda ini.

Awalnya dia hanya ingin menyimpan rasa cinta itu sendiri, tapi akhirnya karena sudah tak tertahan lagi, mulai lah dia bercerita kepada temannya bahwa dia menyukai seseorang wanita, sang teman hanya bisa memberikan solusi, dan akhirnya dia mengatakan agar rasa itu untuk di sampaikan.

Dengan rasa berani dan di dukung secara moral oleh temannya, akhirnya rasa itu di ungkapkan kepada sang wanita. Dia memilih momen di malam hari. Sungguh di luar pikiran nya akhirnya dia mengatakan pada malam itu. Dia sangat serius mengatakan nya dan di campur dengan rasa gugup tapi sang wanita menanggapi keseriusan itu dengan tertawa..

Malam itu mulai lah terjadi sebuah percakapan, semua rasa pun di curahkan oleh sang pemuda: “kamu udah punya cowok.?”, “hehe.. belum knapa.?”, “kamu tau gak kalau aku suka kamu”,”hah..? sejak kapan” ,”sudah lama sih, kamu mau gak jadi pacar aku”, “Aku belum bisa memutuskan iya atau tidak”, “kenapa” , “karena sekarang saya bingung kalau saya terima atau saya tolak” , “loh kok harus bingung, kan hanya jawab iya atau tidak..!!” , “Biar saja waktu yang menjawab semuanya”.

Dengan perasaan agak kecewa sang pemuda akhirnya menerima semua jawaban itu, setelah mengantarnya pulang sang pemuda berpamitan pulang kerumahnya dengan kepala tertunduk lesu. Akhirnya semua apa yang ditakutkannya slama ini akhirnya dirasakan juga.

Malam berlalu dan pagi pun datang, sang pemuda menceritakan semua nya kepada temannya, temannya hanya bisa mengatakan “Semua itu pasti ada proses nya usahakan aja dulu untuk mendapatkan jawabannya”. Kemudia pemuda tersebut kembali bersemangat. Setiap malam dia mulai berkomunikasi lewat sms dengan sang wanita, untuk melakukan pendekatan alias Pedekate.

Sebulan sudah semuanya sudah dilewatinya, menunggu kabar dari sang wanita. Tapi sang wanita juga tidak mau memberikan jawaban iya atau tidak. Tapi semuanya terjawab dengan miris, dengan hati luka dia mengetahui kalau sang wanita idaman sudah mempunyai pemuda impiannya. Menanggapi semua itu sang pemuda membuat sebuah surat, bukan surat cinta tapi surat patah hati:


==========================================================

Dear wanita idaman ku


Sebenarnya hati saya terluka mengetahui semuanya, tapi apalah daya mungkin seperti inilah kehendak tuhan, saya akan mulai melupakan rasa cinta ku slama ini. Saya sudah ikhlas menerima semua nya, saya akan slalu berdoa hal yang terbaik untuk kita berdua.

Mungkin tuhan hanya menjadikan engkau sebagai sebuah fase cinta yang hanya untuk saya lewati bukan untuk ku miliki. Biar lah saya simpan cerita cinta ini sendiri, untuk menjadi sebuah cerita cinta yang hanya akan diceritakan di suatu saat nanti.

Smoga kamu bahagia dengan cinta pemuda yang kau pilih.



Tertanda pemuda yang pernah memuja mu




Pemuda itu memberikan suratnya dengan perantara seorang temannya, setelah menerima surat itu, sang wanita hanya bisa meminta maaf atas semuanya, karena sudah menyakiti hati dari pemuda itu, dia menjelaskan semua alasan dia tak mau meberi jawaban. Dengan panjang lebar semuanya sudah di jelaskannya. dengan lapang dada sang pemuda menerima semua kenyataan cinta nya harus bertepuk sebelah tangan.



Setelah semua kejadian itu pemuda ini sangat banyak memetik pelajaran, tapi sempat terlintas dalam benak nya “Andai saja tak pernah saya ungkap semua rasa ini, mungkin semuanya tak akan seperti ini “ , Tapi ya sudalah semuanya sudah terjadi ambil saja poin positive nya aja. Dari pada saya pendam sendiri bisa-bisa jadi penyakit di hati.


Tanpa lupa berdo’a kepada sang khalik :

” Oh tuhan lah aku…

Hapuskan rasa cinta ku

Aku pun ingin bahagia

Walau tak bersama dia “


Dan sekarang pemuda tersebut mulai menata suasana hati nya, mulai melakukan hal yang lain, dan menganggap semua kejadian itu tak pernah di alaminya, karena dia gak mau memikirkan orang yang sudah membuat hatinya terluka… dia berfikir gak Cuma dia sendiri wanita yang hidup di Dunia ini.

wahhh Koleksi Cerpen  - Cerpen Galau  galau banget yaa,,, hemm buat para cowok cowok  Raja Gombal Ya baik hahha,, agar kelepek kelepek ceweknya, hemm buat temen temen jangan lupa kirim cerpen juga puisinya yaaa...




Read more ...

Sabtu, 24 Desember 2011

Cerpen Tahun Baru 2012 : Rasa Yang Terpendam

Cerpen Tahun Baru 2012 : Rasa Yang Terpendam kali ini aneka remaja sanga Raja Gombal Indonesia cerpen ini bisa di bilang cerpen cinta ,yang sangat fonemenal ya huhaha ngarang aja xixi Cerpen khusus Tahun Baru 2012 ini karangan yuni haryati sisilia   wahhh pokok nya cerpen ini kern banget dechjangan lupa baca Puisi Tahun Baru 2012 ya


Cerpen Tahun Baru 2012 : Rasa Yang Terpendam

Kreek … ku buka pintu kelas. Ya , lagi-lagi aku orang pertama yang datang dan masuk ke kelas . ku lihat koridor hanya ada beberapa orang yang lalu lalang disana , sementara jam sudah menunjukkan pukul 07.15 .

“ah , sunyi sekali sekolah ini” batinku dalam hati.

Tak lama kemudian teman-teman sekelas ku mulai berdatangan . saat aku melihat ke pintu , orang yang selama ini berperan penting dalam hidup aku sudah datang . jelaas , dia sahabat aku .melihatnya datang dengan spontanpun aku melontarkan senyum padanya .

“aku mau ceritaaaa” teriakku dengan semangat padanya

“iya , ceritalah” dengan senangpun dia langsung duduku disampingku.

Ya , selama 2 tahun kami selalu berbagi cerita .tanpa kata bosan setiap pagi kami selalu berdua berbagi cerita .

“tadi malam aku BBM sama dany ky . dia janji katanya liburan kesini” cerita dengan senang .

“iya ? baguslah .tapi jangan terlalu berharap” sarannya yang sedikit kurang percaya dengan ceritaku

Dany , mantan aku yang jauuh disana . ya , dekatlah dengan kampong sahabat aku ni .haha.terkadang ada kata cemburu yang dia ucapkan saat aku selalu bercerita tentang dany . menurut aku sih wajar laah ya cemburu sama sahabat .

Saat istirahat aku melihat dia sedang sama putri . ngeliatnya aja aku udah panas . ya ampuun , nyebelin bange tuh anak .

“ko dekat-dekat dengan dia , aku cemburu !” ucapku kesal

“haha , kan cuma kawan.ciee , cembur wak yuni” jawabnya dengan penuh candaan.

Kata cemburu antara kami itu udah sering dan biasa . selagi hanya cemburu dengan sahabat gapapa dong ya .

“ky ,… dany” ucapku sedih

“kenapa?” tanyanya dengan serius

“dia balikan dengan mantannya , terus dia bilang gak janji mau kesini” ceritaku dengan sangaat kecewa

“haha , kan udah aku bilang jangan berharap , yang jauh tu jangan diharapin .yang dekat kan masih banyak” jawabnya

“tapii kan dia udah janji , harus tepatin dong” ucapku sedikit emosi

“itulah janji cowok gak ada yang bener .haha , desember kelabu” ucapnya yang sedikit meledekku .

“alaaah , ko juga nanti ngerasain februari kelabu .huuu” kembali ku meledek tentang mantannya

“ah , ko ni” ucapnya sedikit kesel .

Selama 2 tahun ini , kami tak pernah kelai , kami selalu berbagi cerita , tertawa , bercanda , menangis , belajar , nyontek , kerjasama , curang dalam hal nilai bersama-sama .

Dan saat kami kelas 3 , kami satu kelas lagi . Allah memang baik ya , gak mau pisahin kami .haha.

Tapii hal yang aku benci akhir-akhir ini adalah sifatnya yang jauh berbeda dengan dia yang dulu ku kenal .jadi sering ngambek tanpa sebab , sensitive , dan suka ngebentak .

Aku paliing benci di bentak , apalagi kalu balas sms dengan tanda seru . pernah waktu itu disekolah dia bentak aku , aku spontan nangis depan dia .

Waktu lagi pelajaran b.indonesia , aku ngoreksi LKS dia , dia ngoreksi LKS aku . kami selalu bertukar dari duluu .saat ngoresi tiba-tiba dia ngomong.

“aku sebenarnya gak mau negur ko” ucapnya dari jauh dengan muka yang menyeramkan

“kenapa?” tanyaku sedikit bingung .

“perasaan aku gak ada bikin salah” batinku dalam hati

“pokonya aku malas.” Jawabnya singkat .

Kepal aku serasa lagi di panggang , panaas kali rasanya , mungkin udah keluar tanduk waktu itu .

3 haripun kami lalui dengan diam-diaman seperti tidak kenal . tapi selama jam pelajaran , dia selalu melihat kearah aku , tapi pas aku liat balik dia malah malingkan muka .iih . nyebeliin banget.

Selama ngambekan itu aku deket sama eka , aku cerita sama dia tentang masalah ini . dia pun melihat dengan sangat panas , sengaja deh aku makin deket sama eka biar dia tambah cemburu .

Minggu pagi aku bangun , berharap deh ada sms dari dia , eh ternyata gak ada.ya udah deh aku siap-siap aja ke acara motivasi dari sekolah , aku kebagian yang pagi .pas nyampe disana , ternyata dia juga yang pagi . ya ampuuun , malees bget harus jumpa dia lagi .ddukny sederet lagi. Sesekali dia melihat kearah aku , pas ak ngeliat dia juga ngeliat .

Pas sorenya aku bangun tidur ada sms dari dia .langsung aja aku tanyakin.

“ngapa ko diamkan aku gitu?” tanyaku sedikit emosi

“maaf ya , aku gondok gak jelas kemaren. Maaf” jawabnya dengan bersalah

“iya tapi jangan gitu lagi ya” jawabku

“iya , waktu kita tak teguran ko main dengan eka ya? Tanyanya serius

“iya , abis aku bingung mau cerita dengan siapa” jawabku singkat

“iih , aku cemburu betul ni , jangan main dengan dia lagi ya .ada aku disini Dicky Andeska” ucapnya .

“iya ,ko juga jangan dekat dengan putri, aku cemburu” pintaku balik padanya.

Pas pagi itu rasanya aneeh bangeet baru baikan , kayak malu-malu gitu ,tapi bodo ah , sahabat sendiri aja . aku samperin aja deh langsung . udaah deh kondisi balik ke awal .

Pas jam kosong tuh aku duduk dengan eka , ceritain kalau kami udah baikan . udah gitu kami nyanyi sama-sama . eeh , pas aku liat kearah dicky dia malah pegang tangan putri , ya udah ak pura-pura gak liat aja lanjut nyanyi bareng ekaa .

Pas istirahat di jalan mau ke kantin dia narik tangan aku , udah gitu di hempas sambil ngomgong .

“ko tu cuma bisa diucapkan dengan lisan , tapi gak dilaksanakan dengan perbuatan” ucapnya marah langsung pergi ninggalin aku .

Aku masih bingung maksudnya apa coba . pas pulang dari kantin , gentian aku narik dia .

“ngapa ko ngomongn gitu tadi” tanyaku sedikit bingung ,maklumlah aku ni kan tulalit .

“ko tu , bilangnya gak main dengan dia lagi” jawabnya singkat.

“ko sendiri tadi sama dia di kelas” aku balik menyelahkannya

“kan ko dulu yang mulai tadi di kelas , makanya aku liat aja trus ad putri” jawabnya enteng

“iih , aku cemburuu.” Ucapku penuh arti

Perselisihan kami tak hanya sampai hari itu aja . sifat dia yang suka ngambek gak jelas itu udah terjadi brulang kali sampai detik ini . karna udah biasa jadi aku biasa aja .

Tapi yang anehnya ngambek yang sekarang ini beda . dia bilang di sekolah gak usah ngomong , ngomong seperlunya aja , kalau sms gak apa .aneh bangetkan .jadi di sekolah tu kami gak teguran , ya paling-paling ada kesempatan gitu barulah dia ganggu aku . tapi itu cuma 1 minggu aja , selama gak teguran sms kami lancar dan aku setiap hari mimpiin dia .

Sekarang udah balik kayak biasa , tapi aku cemburu dan sedih . memang kami sekarang teguran tapi kenapa kami tidak pernah komunikasi lagi ?

Waktu ujian terakhir jam istirahat aku periksa inbox dia , dia periksa inbox aku . dan ternyata ada sms dri adek kelas , iiii , mesra banget sih mereka .
“ciee , sama amania wak” ledekku , padahal dalam hati cemburu berat

“ciee , cemburu ya” balik meledek ku

“payah e” jawabku kesal

“alah ngaku aja” jawabny maksa buatku ngaku

“enggak!” jawabku tegas .

Yah ! aku gak tau , kenapa akhir-akhir ini aku jadi aneh gitu sama dia . kalau gak smsn tu lain banget rasanya , kalau dia smsn dengan cewek lain apalagi , langsung panas ni hati .

Di bilang cemburu sih iya , banget malah . tapi dia tu hobby banget bikin aku cemburu , cemburu aku ada artinya , aku cuma gak mau kehilangan sahabat kayak dia . dia gak pernah tau itu .

Memang dulu aku sempat pernah suka sama dia , tapi aku tau kalau kami itu Cuma sahabat . memang sih sekarang rasa itu udah bertambah . tapi aku coba berusaha buat pendam itu semua , karna kami Cuma sahabat , gak lebih .



Dear my bestfriend DA

Ko gak akan pernah tau apa yang aku rasain , ko gak akan pernah tau perasaan aku gimana .

Dulu memang aku pernah suka sama ko , tapi aku sadar kalau kita Cuma sahabat gak lebih . dan memang aku nyaman kita bersahabat kayak gini .

Aku selalu berdoa , supaya persahabatan kita tu sampai nanti , selamanya bahkan .aku sayang ko , sama yang kayak ko bilang , bahkan sayang aku ke ko lebih dari sayang ko ke aku .

Waktu kita di SMA tinggal 3 bulan lagi , itu bukan waktu yang lama . sebentar lagi kita pisah , ko kemana aku kemana . Cuma allah yang tau kita bisa ketemu lagi atau tidak . tapi aku selalu berdoa supaya kita bisa ketemu lagi suatu saat nanti .

Aku yakin gak akan ada yang bisa ganti posisi ko jadi sahabat aku walaupun posisi aku bisa diganti dengan siapa aja .

1 hal yang harus ko tau kalau aku cemburu ko dengan siapa aja , aku selalu sayang sama ko , rasa yang dulu hanya o,1% sekarang berubah jadi 75%

Waktu kita gak lama lagi .aku cuma mau ngabisin masa SMA dengan teman-teman aku dan sahabat aku , itu ko !

Aku pergi nanti untuk selamanya , aku gak akan pulang lagi . Cuma waktu yang bisa pertemukan kita lagi .

Aku sayang ko , ko sahabat aku paling baik walaupun kadang-kadang ko tu nyebeliin .

Aku kangen ko yang dulu , untuk 3 bulan lagi aku mohon sifat ngambek gak jelas itu hilang ya L

Kalu gak ada ko , aku mau cerita dengan siapa lagi ?

Gak peduli lh gak ada pacar yang penting aku punya sahabat kayak ko .

Kalau kita udah jauh nanti jangan lupain aku ya , aku syang ko kawan :*:*



Persahabatan itu lebih dari segalanya . dan ingatlah gak akan ada satu orangpun yang dapat menggantikan posisimu . semoga kita LULUS dan masuk UNIV yg kita inginkan . semoga allah mempertemukan kita lagi .

Moga postingan  Cerpen Tahun Baru 2012  ini bermanfaat untuk anda aneka remaja Mengucapkan selamat tahun baru 2012 ya.. moga dapat dech sms ucapan selamat tahun baru 2012 dari cowok , pacar kamu juga temen temen semua
Read more ...

Rabu, 21 Desember 2011

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA merupakan ungkapan selamat hari ibu  yang akan diperingati besok tanggal 22 desember tak hanya itu aneka remaja memberikan sebuah Puisi Hari Ibu yang khusu untuk anda semua silakan baca dech Cerpen Hari Ibu ini



Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA


Malam begini aku masih termenung sendiri di ujung kamar. Terbayang dengan semua yang telah terjadi hari ini dan hari yang telah kulewati sebelumnya. Semua sungguh membuatku frustasi. Yaa…hari ini aku baru saja putus cinta. Dengan terpaksa aku harus melepas dirinya.

Dialah Aga. Salah satu seniorku di fakultas kedokteran. Aku memang mahasiswa baru tahun ini. Aga adalah seniorku yang berbeda 1 tahun. Beruntung sekali aku bisa menembus fakultas kedokteran yang memang selama ini aku impikan. Tapi masalah yang baru saja menimpaku seperti telah merenggut semua kebahagiaanku dan keberuntunganku itu.

Tak terasa air mata menetes deras di kedua pipiku. Aku menangis karena aku teringat akan semua kenangan-kenangan yang telah kulalui bersama Aga. Aga yang aku sayangi, Aga yang aku cintai kini telah membuatku patah hati dengan keputusannya untuk mengakhiri hubungan kami yang sudah berjalan hampir 1 tahun ini. Padahal selama ini aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuknya.

“Tok..tok..tok. Mbak Cit, dipanggil bunda suruh makan”. Pembantu di rumahku mbak Sri telah membuyarkan lamunanku.
“Iya mbak. Sebentar !”aku menjawabnya.
Dengan segera kuseka air mataku yang telah menetes itu agar bunda tidak bertanya-tanya. Namun usaha yang telah aku coba ternyata sia-sia. Mataku membengkak besar. Membentuk garis hitam di bawah mata. Akhirnya tak kuhiraukan apa yang terjadi dengan mataku ini. Toh Bunda sebenarnya juga sudah mengetahui ini semua.

Aku menuruni anak tangga dengan lesu. Bunda yang sedari tadi sudah menunggu di meja makan melihatku seperti merasa prihatin dengan keadaanku hari ini.

“Nduk, makan dulu gitu lo. Jangan nangis ae. Kalo liat kamu gini bunda ya jadi ikut sedih to” kata Bunda ketika aku sudah sampai di tepi meja makan.
“Iya Bun. Ini juga mau makan” kataku pada Bunda seraya mencoba sedikit tersenyum.

Acara makan itu pun selesai. Dan aku sesegera mungkin kembali ke kamar mencoba menenangkan hati. Porsi makanku hari ini berbeda dari hari biasanya. Aku hanya makan 7 sendok saja. Itupun sudah membuat aku kenyang. Bunda hanya menggelengkan kepala melihatku.

Di kamar pikiranku semakin kacau. Kuputuskan saja untuk tidur sejenak. Barangkali setelah bangun tidur pikiranku ini sedikit lebih tenang. Aku pun tertidur pulas hingga tengah malam. Dan saat aku bangun aku seperti orang yang hilang pikiran. Aku hanya menatap langit-langit kamar dan pikiranku masih terbayang dengan Aga. Tak terasa air mataku menetes lagi. Aku tak kuasa untuk menahannya hingga akhirnya pagi pun menjelang.

Bunda membuka pintu kamarku untuk membangunkanku. Aku pun terbangun dan aku tak bisa menyembunyikan lagi apa yang terjadi denganku tadi malam. Mataku benar-benar terlihat membengkak sekali.
“nduk kamu habis nangis lagi ya ?” tanya Bunda.

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA bagaimana menurut kalian..??/ bagus gak..?? hehhe selamat hari Ibu Ya sahabat aneka remaja..!!

“hah ? oooh .. mmm..” aku mencoba untuk menutupi semuanya dari Bunda. Aku bingung harus menjawab apa. Aku tidak mau membuat bunda jadi terus kepikiran karenaku.

“wes to nduuuk. Nggak usah bohongin Bunda. Bunda tau kok kalo kamu semaleman pasti nangis. Tuh keliatan kantung matanya.” kata Bunda.

“Ih… Bunda sok tau ah. Hehehe”

“Sama orangtua nggak boleh bohong. Hayo kemarin pasti kamu nangis lagi ya ? Jujur aja. Hehehe”. Bunda tetap saja yakin jika aku nangis lagi semalaman. Walaupun aku mencoba untuk menutupi tapi tetap saja tidak bisa. Aku pun akhirnya mengakui.

“iya nih Bun.” Aku berkata sambil mengucek-ngucek mataku.

“Naah kan. Bunda nggak bisa dibohongin. Dikira bunda nggak pernah apa ngerasain kayak kamu ?! Bunda juga pernah muda kali cit ! Hehehe. Oh iya cit, nanti mau ikut Bunda nggak ?”

“Kemana bun ??”

“Yaaa… pokoknya ntar ikut bunda aja deh. Kamu pasti bakalan ngerasain hal yang beda dari sekarang. Hehehe.”

“Aduuuh.. Mau kemana sih Bun ?? Bikin penasaran aja deh. Uh !”

“Yaa liat aja ntar cit. Yaudah kamu mau apa nggak ikut Bunda ?”

“Mmm… Gimana ya Bun ?! Yaudah deh ikut aja. Daripada mati penasaran anakmu ini. Hahaha”

“Huuss ! Nggak boleh ngomong gitu nduk.”

“Eh iya Bun. Hehehe”

“Yaudah cepetan siap-siap. Lebih cepat lebih baik. Kayak katanya pak Jusuf Kalla. Hehehe”. Bunda sedikit memberikan lelucon kepadaku. Mungkin biar aku sedikit bisa melupakan masalah ini kali ya.

“Oke bunda sayaaaang !”

***

“Bun, sebenarnya ini mau kemana sih ?! Daritadi Cuma muter-muter doank. Keburu penasaran niih !”

“Sabar dikit kenapa sih nak. Bentar lagi juga mau nyampe kok.”

Aku sedikit sebal sama Bunda. Hampir satu jam lamanya kami berada di mobil dan kami masih saja belum sampai di tempat yang dimaksud Bunda itu.

Aku hanya terdiam melihat jalanan lewat kaca jendela. Ketika aku melihat jalanan aku jadi teringat akan sesuatu. Astaga ! Ini kan jalan yang pernah aku lewatin sama Aga ketika pertama kali kita ngedate.

“Nggak ! aku nggak boleh nangis. Pokoknya nggak boleh nangis ! Malu dong sama bunda” pikirku sambil melirik Bunda yang sedang konsentrasi menyetir mobil.

Semakin jauh perjalanan itu, semakin aku teringat dengan semua kenanganku dan Aga. Aku tidak bisa menahan pedasnya mataku ini. Dan akhirnya aku pun menangis lagi.

“Loh cit.. Kok jadi nangis ??. Sabar donk sayang. Nanti juga nyampe. Tenang aja”

“Bukan gara-gara kelamaan Bun !”

“Terus gara-gara apa ?? Cerita donk !”

Aku cuma menggeleng-gelengan kepala mengisyaratkan bahwa aku tidak mau untuk bercerita.

“Tuh kaan ! Sama bunda sendiri kok nggak mau cerita sih ?!!”
Aku masih saja menggeleng-gelengkan kepala. Dan sepertinya Bunda sudah capek bertanya padaku. Akhirnya bunda diam membiarkanku menangis sendiri di sampingnya.

Kacaunya pikiranku ditambah sepinya dalam mobil membuatku akhirnya tertidur sebentar. Bunda tetap saja membiarkanku terlelap dalam tangis. Dan ketika aku terbangun aku sudah dihadapkan pada sebuah tempat. Tempat yang sunguh indah dan tenang sekali. Terlihat jelas dihadapanku di hadapanku sawah yang terlihat hijau kekuning-kuningan menandakan sawah tersebut siap untuk dipanen, terlebih lagi di ujung sana terlihat bukit-bukit yang penuh dengan pepohonan hijau ditambah banyak sekali gubuk-gubuk di tengah sawah dan sungai kecil yang mengalir dengan tenang. Aku pun yang berada di dalam mobil langsung bergegas keluar untuk merasakan indahnya tempat itu. Aku sendiri masih belum tahu ini sebenarnya tempat apa. Saat aku sudah berada di luar mobil aku masih melihat bunda duduk di kursi sopir dan tersenyum kepadaku. Tak lama kemudian Bunda keluar juga dari mobilnya dan menghampiriku.

“Gimana tempatnya ? Bagus ?”

“Iya Bun. Bagus. Baguuus banget. Tempatnya tenang. Aku suka Bun tempat ini.”

Bunda kembali tersenyum padaku dan menarik tanganku.

“Mau kemana lagi Bun ?”

“Udaah.. nurut aja sama Bunda”

Akhirnya kuikuti kemana perginya Bunda. Aku tak ingin terlalu lama untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin Bunda tunjukkan padaku sedari tadi.

Sekian lama berjalan melewati hamparan sawah nan hijau kekuning-kuningan itu Bunda akhirnya berhenti di depan sebuah gubuk kecil berbentuk segiempat dimana kita bisa melihat ke segala arah areal sawah itu. Bunda duduk di gubuk itu sambil menikmati pemandangan.

“Bun, ini namanya tempat apa sih ? Kok aku baru tau ada tempat seindah dan setenang ini ya”
Bunda hanya tersenyum sambil masih melihat hamparan sawah di depannya.

“Loh kok cuma senyum sih Bun. Ini namanya apa sih ? Tuh kan ! Selalu bikin penasaran.”

Bunda masih saja tersenyum.

“Bun daritadi senyam senyum mulu ah. Ditanyain anaknya ini tempat apa juga.”

Akhirnya Bunda pun berkata
“Ini namanya di bawah kolong langit”.

“hah ? Maksudnya Bun ? Aku nggak ngerti deh.”
Bunda tersenyum lagi.

“Bunda mau cerita sama kamu Cit.”

“Cerita apa ?”

“Kamu tahu kenapa Bunda ngajak kamu ke tempat ini ? Kamu tahu kenapa tadi kita cuma muter-muter di jalan sampe akhirnya kamu protes ke Bunda ?”

“Enggak Bun. Emangnya kenapa ?”

“Disaat umurmu yang sudah bertambah dewasa ini Bunda pengen kasi tau kamu 1 hal tentang hidup cit. Hidup itu penuh dengan suka dan duka. Dan kamu mungkin saat ini sedang merasakan duka di hidup ini. Masalah cinta. Itu wajar kok. Bunda juga pernah mengalami seperti itu. Tapi yang Bunda sedikit merasa kepikiran adalah ketika kamu terus-terusan larut dalam kenangan. Bunda tahu perasaan itu. Memang sulit untuk kita melupakan semua kenangan-kenangan indah itu. Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya mengapa Aga tega nyakitin perasaanmu padahal kamu udah berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Kamu tahu nggak kunci dalam hidup ini adalah sabar dan ikhlas. Kalo pengen sabar dan ikhlas jangan pernah menghitung seberapa besar yang sudah dikorbankan.”

Aku hanya bisa terdiam dengan kata-kata Bunda. Tapi Bunda mungkin sudah tahu apa yang ada dalam pikiranku hingga dia membiarkan aku sejenak untuk memikirkan kata-kata itu.

“Dan satu hal yang perlu kamu tahu, hidupmu bukan cuma sampai sini aja. Masih panjang nak jalan hidupmu. Kalo mau nangis, nangis aja nggak apa-apa. Nggak usah ditahan. Tumpahin semuanya sekarang.”

Ternyata memang benar. Aku pun akhirnya menumpahkan semua air mataku saat itu juga di bawah kolong langit. Aku benar-benar telah dibuka pikiranku oleh Bunda. Aku baru menyadari kalo terus-terusan nangis nggak akan nyelesaiin masalah. Justru akan membuatku selalu teringat-ingat tentang Aga.

***

Hari pun tak terasa sudah semakin sore. Aku dan Bunda akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke rumah. Keceriaan sudah mulai nampak padaku. Yaaa.. walopun belum semuanya. Tapi itu sudah cukup membuat Bunda senang melihat perubahanku ini.
Di dalam mobil aku berfikir. Aku nggak nyesel kok pernah ketemu Aga. Aku juga nggak nyesel pernah jadi bagian dari Aga. Justru dengan ini aku telah mendapatkan 1 pelajaran hidup untuk kedepan yaitu menjadi orang sabar dan ikhlas seperti kata Bunda itu.

THE END :)

Kumpulan Cerpen Hari Ibu ini bagaimana ya..?? hemm,, cintailah ibumu sebagaimana dia menyangimu, karena surga ada di telapak kaki ibu 
Read more ...

Selasa, 20 Desember 2011

Cerpen IBU - Cerpen Hari Ibu : Anakku Sayang

Cerpen IBU - Cerpen Hari Ibu : Anakku Sayang merupakan sebuah cerpen dalam memperingati hari ibu, tak hanya itu Ucapan selamat hari ibu sudah di post dalam Blog remaja Indonesia Ini tak hanya itu, Cerpen  Hari ibu maupun puisi hari ibu dalam menyambut hari ibu tanggal 22 desember 2011 berikut Cerpen ibu




Cerpen IBU : Anakku Sayang


"Ayo, netek sama mama nak.... Biar anak mama cepat besar," Desi menimang-nimang bayi yang ada di tangannnya sembari menyusuinya.
"Nanti kalau sudah besar, mama ingin Zulfi jadi anak yang pintar, sukses, dan kuat biar bisa melindungi mama dari orang-orang yang ada di sana," Desi memandang orang-orang yang lalu lalang di hadapannya. Desi merasa setiap dari mereka menatap dirinya dan bayinya dengan raut wajah yang aneh.

"Apa kalian lihat-lihat?!! Mau menculik bayi saya ya?!! Pergi sana!!!" bentak Desi dengan suara yang keras kepada segerombolan bocah yang memandanginya, menunjuk-nunjuk, serta menertawakannya. Namun, terlihat pula ekspresi jijik dan ketakutan dari sekumpulan bocah itu. Desi tidak pernah mengerti mengapa mereka bersikap seperti itu kepadanya dan bayinya.
Tiba-tiba Desi merasa sangat ketakutan. Dia terlihat begitu gemetaran. Saking gemetarnya,hampir saja ia melepaskan bayi di pelukannya. Semua orang seakan menatapnya dengan pandangan tajam. Desi merasa bahwa dirinya telah melakukan suatu kesalahan fatal.

Desi pun berlari mencari perlindungan. Ditemukannya sebuah pohon beringin besar di tengah taman kota itu. Desi kemudian menuju ke sana dan bersembunyi di balik pohon itu.
"Sekarang kita aman, nak. Jangan bersuara ya, nanti mereka datang ke sini dan menemukan kita!" bisik Desi kepada bayi mungilnya.

"Anakku sayang, jangan menangis..... Janganlah kamu takut...... Mama di sini selalu menjagamu.....," Desi melantunkan sebuah lagu tidur untuk bayinya.
"Mama tidak akan meninggalkanmu..... Mama akan selalu di sampingmu, seperti mama yang ingin kamu selalu di samping mama...... Tidak ada yang bisa memisahkan kita............................... Meskipun Tuhan yang menghendakinya," Desi meneruskan lantunan lagunya dan perlahan mulai meneteskan air matanya.
_ _ _ _ _ _ _ _ _

Matahari telah terbenam. Suara malam dan lolongan serigala kini menghiasi malam purnama itu. Desi yang dari tadi terus melantunkan lagu, kini memandangi wajah bayi dalam pelukannya itu. Sinar bulan menerangi wajah sang bayi, dan perlahan wajah sang bayi mulai terlihat jelas.
Desi kemudian mengambil seikat tali yang telah dipersiapkannya sejak 2 hari yanglalu. Diikatkannya tali itu pada cabang beringin yang kuat dan kokoh. Lalu ia memanjat pohon beringin itu bersama bayi yang digendongnya. Ia pun kembali melantunkan lagu kepada sang bayi untuk terakhir kalinya.
"Anakku sayang, jangan menangis..... Janganlah kamu takut...... Mama di sini selalu menjagamu.... Mama tidak akan meninggalkanmu..... Mama akan selalu di sampingmu, seperti mama yang ingin kamu selalu di samping mama.....," Desi menghentikan lantunan lagunya sejenak. Ia mulai melilitkan tali di lehernya.

" Tidak ada yang bisa memisahkan kita............ Meskipun Tuhan yang menghendakinya......................................... Mama akan menjemputmu, Anakku sayang,"        Desi meloncat dari pohon sehingga tubuhnya pun bergelantungan di tali... Ke kanan...Ke kiri.... Dengan lidah menjulur keluar.... Sang bayi mungil terlempar ketanah...
_ _ _ _ _ _ _ _ _

Sinar bulan purnama kembali menerangi kedua sosok itu, sang ibu yang tewas gantung diri serta bayi mungil berusia 1 bulan yang 2 hari sebelumnya telah dikabarkan tewas dengan wajah yang mengerikan, kehilangan satu mata, tercabik-cabik dibagian pipi serta dahi, dan otak yang tercecer, setelah sang ibu tidak sengaja meninggalkannya di pekarangan rumah bersama sekumpulan ayam yang mematuk apa saja karena sedang kelaparan.

"Kaak.....kaaak..... kaak...," terdengar jeritan sekumpulan gagak hitam yang sedang beterbangan di sekitar pohon beringin tengah taman kota seakan menertawakan kebodohan yang terjadi di malam dingin itu.

Cerpen IBU - Cerpen Hari Ibu :  Anakku Sayang sagat menyentuh banget ya,, ini merupakan karya Oleh: Arnold Budhi Prasetyo moga Cerpen ibu ini kalian suka !!


Read more ...

Senin, 19 Desember 2011

Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU

Cerpen IBU Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU - cerpen Hari IBU yang satu ini sangat sedih lho, hehehehe udah lama gak posting cerpen, cerpen ini diambil dari buku, karena sangat menyayat hati dan enak dibaca di posting dech,  silakan dibaca  Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU

Ibuku malang ibuku tersayang…

Tatap matamu Satu,

 seakan kasih sebening kaca.

Masa-masa duka,

Kau bangkitkan gaya jua

Dalam mengarungI gelombang samudra hidup ini.

Nasib tiada pernah kau ratapi

Kau terima dengan tabah

Kehidupan ini kau anggap bagai menggarap sawah

Dengan keringat sendiri kau tanamkan rasa harga diri.





Nyanyian itu tak akan pernah terlupakan olehku. Nyanyian yang mengingatkan aku akan ibu yang telah melahirkan aku dan membesarkanku hingga aku menjadi seperti ini. Aku sangat bersyukur karena aku mempunyai seorang ibu yang berhati mulia, yang setiap malam selalu mengantar aku tidur sambil menyanyikan lagu itu, menasehati aku, memberikan aku pujian dan membuat aku bangga padanya karena ketabahan hatinya. Meskipun sering kali aku membuatnya kecewa tapi ibu tak pernah sedikitpun membesarkanya. Dia tahu bagaimana yang seharusnya dia lakukan untuk memberiku semangat ketika aku merasa terpuruk, patah hati dan hilang kendali. Ibu adalah teman yang selalu mengisi hariku dan tempat berlabuh dimana semua kekesalan ku terobati. Ibu, aku rindu padamu...kapan kau akan menyanyikan lagu itu lagi? Kapan kau akan menjaga aku ketika aku tengah sekarat, dikala tak mampu untuk menyuap makanan. Kaulah penolongku ibu. Aku rindu semua itu. Biar sedewasa apupun diriku, jika berada di dekapmu aku merasa diriku seperti sepuluh tahun yang lalu. Merengek, manja dan selalu ceroboh.

Akhir-akhir ini, Aku tahu kau merasa  terkekang dengan sikap ayah, merasa dihianati, merasa tak dihargai. Aku tahu kau sangat prustasi. Sering kali dalam keluarga kita terjadi percecokan dan semua kesalahan selalu dilimpahkan padamu. Kau menerimanya dengan lapang meskipun kau tahu sendiri kalau itu bukan kesalahmu. Ayah tak tahu apa-apa tentang kasih sayang yang kau berikan kepada kami. Dia hanya bisa menuntut dan menuntut agar kita menuruti semua kemauannya dan jika tidak, kitalah yang dianggap tak tahu berterima kasih atas nafkahnya. Kau tak pernah menyadarinya ibu, sehabis kau dan ayah bertengkar, aku tak pernah absen mengintipmu yang sedang menangis termangut-mangut dan kau sesekali menyalahkan dirimu sendiri. Ketika aku mulai terhanyut oleh tangisanmu, tanpa aku menyadari air mataku ikut menetes. Setitik, dua titik hingga mataku sembab.

Tak berakhir di situ. Semua orang mengejekmu, menghinamu karena kau dianggap tak berhasil dalam mengurus keluarga, karena kau disebut-sebut sebagai wanita jalang dan materialistis. Padahal mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya pandai membuat masalah baru tanpa mengintropeksi diri mereka terlebih dahulu. Aku jadi geram mendengar kata-kata mereka. Kalau saja mereka bukan keluarga dekat kita, ingin rasanya aku menghantam dan menjahit mulut mereka agar berhenti membuat gosip yang tak sedap mengenaimu. Bukanya aku tak berani membelamu, hanya saja mereka terlalu tua, dan bukankah ibu pernah menasehatiku, ”kalau ada orang yang berbuat nggak baik terhadap kita, kita harus diamkan karena karma masih berlaku di muka bumi ini Ka.” dan aku sangat, sangat menghargai nasehatmu itu.

Itu bukan sekali, dua kali kau mendapat perlakuan tidak baik dari mereka. Mereka memang nggak punya perasaan Bu, dan yang terakhir kau di fitnah berselingkuh hingga terjadi percecokan yang paling hebat dari yang sebelumnya. Sebegitu tak tahannya dirimu atas ketidakadilan tersebut, kau terpaksa pergi meninggalkan aku dan Deddy. Kau pergi tepat pada saat aku terjaga oleh mimpi meskipun tanpa nyanyian itu. Kau pergi pada tanggal 17 januari 2010, pukul empat ketika fajar belum tampak dari wajah bumi. Kau pergi dengan membawa luka serta kesedihanmu. Padahal tujuh hari sebelumnya, kita baru saja melangsungkan pesta ulang tahunmu yang ke-38.

Aku bingung mencarimu ibu. Aku mencoba untuk menghubungi kerabat dekat, kerabat jauh bahkan temanmu. Bertanya dimana kini kau berada, tapi mereka sama sekali tak mengetahuinya dan balik menanyaiku. Aku menangis ibu, dan kau tak tahu seberapa besar kekawatiranku dan Deddy yang begitu panik mencarimu kemana-mana. Seakan-akan kami berdua baru saja kehilangan jiwa kami, aku merasa tubuhku kosong, nafasku terasa berat. Berhari-hari aku mengingat dan memikirkan keadaanmu. Aku takut kalau sakit yang kau derita kambuh lagi karena kau tak akan mampu melangkah  jika sakit itu kambuh. Aku takut jika aku tak bisa menemuimu lagi dan mendengarkanmu menyanyikan lagu itu untukku.

Bu saat itu tak ada lagi sandaran buat aku untuk bercerita. Tak ada lagi orang yang bisa aku percaya. Ayah terlalu sibuk dengan masa dudanya, adik juga, mereka hanya sibuk dengan diri mereka sendiri. Akulah kini yang bertanggung jawab, mengerjakan segala sesuatu di rumah. Ibu, sekarang  aku tak bisa menikmati masa remajaku, itu semua karena tanggung jawabku yang tak bisa aku tinggalkan. Kerap kali aku jadi stres karena aku harus membagi waktuku antara kuliah dengan kerjaan. Aku juga tak pernah dihargai oleh mereka. Aku selalu saja dianggap tak bisa membuat mereka bangga, padahal mereka tahu sendiri bagaimana letihnya aku karena memikul beban ini sendirian.

Ibu andai saja ada dua pilihan, satu-satunya yang kupilih adalah ikut bersamamu, andai saja wanita Bali bebas memilih adat, aku yang pertama kali yang akan ikut adatmu, asalkan aku tetap berada di dek`tmu, mendengarkan nyanyianmu, itu sudah membuatku merasa nyaman.

Sekali lagi aku ingin mendengarkan nyangiann itu ibu. Jika kita dipertemukan kembali, aku ingin kau nyanyikan lagu itu lagi untukku seperti sepuluh tahun yang lalu di saat aku masih merengek-rengek dan selalu minta  kau rangkul.

Mitzutori
(bhs indo smt 5 B)MHSRWT. C. II

Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU bagaimana? sedih bukan?
Read more ...

Minggu, 18 Desember 2011

Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan - Pliis... berubah buat gue

Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan - Pliis... berubah buat gue ini kiriman sari penulis kita yang sagat rajin ngrim cerpen di Blog Remaja Indonesia shella niyyaka Cerpen Ini berbau Cerpen cinta, cerpen remaja yang berujung Cerpen sedih wahhhh tapi bisa di bilang Cerpen Romantis Lhooo Pokoknya ajib dech cerpennya

Cewek imut menggemaskan dan menjadi idaman para cowok di kampus itu, biasa di panggil ayu. Sedangkan cowok cakep dan berbadan atletis yang menjadi dambaan cewek-cewek, biasa di panggil dion. Ayu dan dion adalah sepasang kekasih yang kurang lebih 5 bulan berjalan. Jarang ada masalah yang muncul antara mereka, kecuali dari cewek-cewek dan cowok-cowok yang menyukai keduanya. Memang berat, ditambah ayu yang berpenampilan tomboy dan sangat menyukai sepak bola, sampek2 dia mengikuti kegiatan itu di kampusnya dengan dion.


Seperti biasa kampus ayu berlawanan dengan kampus lain untuk uji kepandaian bermain sepak bola, dan kebetulan kampus ayu mengirim 1 tim dan ada perempuannya yaitu ayu sebagai pemain cadangan. 1 babak sudah berlangsung dengan skor 0 0, akhirnya ayu di masukkan untuk mengganti pemain yang sedang cidera. Pemain kampus lain itu pun tercengang kaget tak percaya melihat pemain cadangan itu ternyata cewek cantik dan imut itu. Babak ke 2 dimulai, ayu berkonsentrasi saat bermain sepak bola itu, bahkan dia merencanakan sesuatu yang termasuk jitu itu dengan dion, kekasihnya. Waktu berjalan dan ayu memerintahkan dion untuk melaksanakan idenya tadi dengan mata isyarat, rencana itu diselesaikan dengan agak ragu tetapi pasti, dan tak di sangka pula berhasil ayu mencetak gol. Dengan sangat bahagia dan tak sadar pula ia memeluk dion.


“ye… berhasil dion, taktik kita jitu”
Dion yang dipeluk pun hanya diam dan tersenyum senang, dan siapa yang menyangka pula dion tiba-tiba memegang kepala ayu dan mengecup bibir ayu lumayan lama. Ayu melepas dengan paksa dan menampakkan muka merah tanda dia tak menyangka.
PLLLAAKKKK…!!!! (ayu menampar dion)


“anjing lo ion, gw gak suka sama cara lo, kita pertahanin kampus, bukan gitu caranya” selesai berkata seperti itu, ayu segera pergi dari arena dan menuju mobil hendak pulang..
Ayu mengemudi mobil itu dengan kencangnya, di dalam fikirannya adalah malu, dan gak nyangka, dion yang ia kenal sangatlah sopan dan menjaganya saat di publik. Sekarang, dion itu telah berubah menjadi dion yang sangat ambisius dan agresif. Ayu membiarkan handphonenya bordering beberapa kali, ‘mungkin dion yang dari tadi menelepon, biarin lah lagi bt gw’ pikirnya. Mungkin ada 20 an panggilan tak terjawab dan sekitar 15 sms masuk yang intinya sama.


“ayu sayang, jangan marah ya, maafin aku. Aku janji gak akan ulangin lagi, pliiss.. aku cinta sama kamu yu, kamu jangan git ya.. kamu dimana sekarang, jangan ngebut2 mengendarai mobilnya, aku khawatir sama kamu sayang” itu bunyi sms dari dion, yang memang dion sudah tahu kebiasaan ayu kalau lagi marah2 pasti mengendarai mobilnya kelewat batas.


“gw ada di t4 yg tenang. Gw kcewa sama lo ion, gak nyangka gw”
Dion membaca sms itu dan segera menuju t4 itu, dion sudah tahu tempat yang ayu maksud, karena ayu sering ke tempat itu untuk menenangkan dirinya, kali ini dion benar-benar menyesal. Dia tak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Ayu mengetahui kedatangan dion, mungkin ayu sedang enggan bertemu seseorang jadi ia terpaksa pergi dari situ dan mencari kakaknya yang biasanya siang-siang begini di sebuah restaurant, benar saja firasat ayu, ia berbicara panjang lebar tentang dion kepada kakak laki-lakinya itu.


“gw gak suka cara dia kayak gini kak, lebih baik gw cari lagi aja” ketus ayu pedas yang memang ayu kalau sudah marah susah sembuhnya.
“tapi kakak tw klok lu masih sayang bahkan sayang banget sama dion, gak bisa lu pungkiri lagi yu,, ya udah lu lakuin aja apa yang terbaik buat lu dan dion, jgn tergesa-gesa ambil kesimpulannya. Kakak mau balik kekantor”


“gak asyik lu kak, gw lg bt gini lu malah pergi, ya udah sana. Gw mw pergi mungkin jg lama, n jgn cari gw, gw jamin baik-baik ajaa” ayu pergi, dalam fikiran dia ingin pergi sejauh mungkin untuk hal yang menurut dion hanya sepele, tapi itu menurut ayu sangat mempermalukan dirinya, atau mngkin ayu pergi dan tak kembali ke rumahnya. Ia ingin menenangkan dirinya untuk sementara waktu atau bahkan lama.

***


2 tahun berlalu begitu singkat rupanya, ayu berniat kembali ke rumah asalnya bersama kakak tersayangnya, dan yang pasti kembali untuk kekaasihnya, penampilan ayu pun berubah 100%, dari yang tomboy menjadi feminism, bahkan sangat feminism, dari jalan bahkan dari berperilaku sangat berbeda dari yang dulu, rupanya dia telah banyak belajar selama 2 tahun itu, ia pertama kali ke kampus hanya untu menemui dion. Ayu sudah membayangkan, pasti dion senang dia kembali lagi, dan bakal seperti dulu lagi.


Kampus ada didepan mata, tapi siapa yang menyangka saat ayu ingin menyapa dion, ternyata disebelah dion ada cewek bahkan sedang menggandeng tangan dion.
“ini siapa ion..?”
“oh, ini… anu yu.. cewek baru gw”
Duarrrrrr!!!!!!!
Semua berjalan tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan ayu,, ternyata cinta yang selama ini ayu jaga tak ada hasil yang menggembirakan.
“tega lo ion, gw dah jaga cinta ini, gw dah rela berubah bwt gw, gw pergi dan menghindar dari lo, bukan berarti gw balikin cinta ini, gw pengen lo berubah. Tapi mana buktinya, lo emang bener-bener tega ion.. TEGAAA…!!!!!”


“maafin gw yu, gw pikir sia-sia gw nyimpan rasa cinta gw ke lu”
Dalam cekcok yang bisa dikatakan mengharukan, cewek disebelah dion pun buka mulut juga.
“maksud kalian apa, siapa cewek itu ion..???”
Dion yang ditanya begitu pun jadi tambah bingung, ia hanya bisa diam tertunduk, mungkin cewek itu mengerti kalau ternyata dia telah mengganggu hubungan orang lain, tanpa banyak kata, cewek itu pergi dari hadapan dion dan ayu.


Sementara itu, ayu mendekati dion, dan menggenggam jemari dion.
“ion, gw sayang sama lo, gw berharap lo mw brubah buat gw..?”
“asal lo mw nunggu gw bakal siram cinta gw sendiri buat lo yu”
“makasih ion”

TAMAT…..

Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan ini sangat bagus banget yaa... hemmm jangan Lupa krim cerpen dengan puisi mu dianeka remaja,, moga postingan kali ini bisa menghibur anda ,,, salam aneka remaja
Read more ...

Sabtu, 17 Desember 2011

Cerpen Sedih Tentang Cinta : Aku Masih Mencintaimu

Cerpen Sedih Tentang Cinta  Kali ini dapat Cerpen sedih dari teman kita yang sangat rajin nulis cerpen, namanya Shella Niyyaka dia mengirim kan sebuah Cerpen Sedih  tentang Cinta yang judulnya Aku Masih Mencintaimu, moga cewekk yang nulis ini jadi cerpenis yang hebat ,, hehehhe


Cerpen Sedih Tentang Cinta : Aku Masih Mencintaimu


Tuutt.. tuutt.. (bel berdering)
“iya sebentar”
Klik.. !!! (membuka pintu) “silahkan masuk”
“eh tidak mbak, ini Cuma mau nganter undangan pernikahan temen SMAnya mbak aja” jawab pengantar undangan itu.
“owh, iya terimakasih ya..?”
“sama-sama mbak, pamit ya..?”
“iya”.

‘undangan pernikahan dikasih ke aku, emang siapa yang menikah ya’ pikirku, aku buka undangan itu dan betapa terkejutnya setelah melihat nama yang tertera di undangan itu ‘DANAR KELVINDA dan DIAN PUSPITA’. Ternyata mereka jadi menikah juga, dan usaha dian untuk memisahkan danar dari gangguan cewek-cewek lain membuahkan hasil, selamat ya buat kalian berdua. Pandanganku menerawang jauh saat kita masih SMA dulu.



***
Kebiasaanku saat masih SMA saat itu adalah membaca buku cerita atau novel sendirian di taman sekolah, hampir aku lakukan setiap hari. Hingga datang seorang cowok asing duduk disebelahku yang sedang membaca buku pula, aku hanya melirik dan dia akhirnya yang angkat bicara.
“ehm… maaf, aku boleh duduk sini kan..?”


“boleh aja, gak ada yang ngelarang, toh ini juga milik sekolah, siapa aja boleh pakek dong”ketusku dengan nada tak suka yang memang aku merasa terganggu dengan kedatangannya.
“kenalin, aku danar” sembari mengajak berjabat tangan.
“nia, kamu kelas berapa kok aku belum pernah liat kamu sebelumnya..?” tanyaku mulai mengembangkan senyum, dan ketika aku melihat wajah danar, cukup tampan dan tak jenuh untuk dipandang, manis sekali.


“3 Ipa 2, mungkin kamu yang nggak pernah mau bergaul dengan kelas lain, sampai-sampai tidak mengenal aku yang hampir 3 tahun sekolah disini”
“ya maaf, aku kurang suka aja, abisnya mereka gak sebanding sama aku, aku kan gak suka jalan-jalan, sedangkan mereka semua anak orang kaya yang suka jalan-jalan, ngabisin uang orang tuanya”
“nggak juga, ada yang nggak kok. Oh iya, aku perhatiin kamu sering banget kesini duduk sendiri, emang nggak pengen ditemenin ya..??”


“hobi sendiri, udah dulu ya, mau kekelas” sergahku cepat karena aku melihat sepasang mata yang sedang memperhatikanku dengan danar. Aku segera lari kekelas karena takut dicegah atau dicegat oleh danar ataupun oleh cewek itu.
Sejak kejadian itu, aku tak pernah berhenti memikirkan danar, terlebih sekarang sudah mulai dekat. Dimulai sms’n dan telfonan. ‘apa artinya ini, jangan sampek aku suka sama cowok yang udah punya cewek’, pikirku.


“hayyo.. ngelamun aja, mikirin danar ya..??” ledek sahabat dekatku.
“iya des, kenapa ya..??”
“ye… itu mah tanda-tanda jatuh cinta”
“sok tahu ah”
“iya, siapa juga yang sok tahu, aku juga pernah ngerasain kok, tapi aku saranin ati-ati aja sama dian”


“dian..? cewek yang selalu merhatiin aku itu maksud kamu..?”
“ya iyalah, kamu ini belum tahu ya ternyata, sekarang aku tanya, cowok paling keren, baik hati, tampan, trus gak sombong, sampek2 di jadiin favorit itu siapa coba..?”
“gak tahu lah.. emang siapa?”
“ya danar, tapi kasian dia, udah dijodohin sama orangtunya buat nikah sama dian, makanya dian sok berkuasa, padahal sifat dian sama danar itu beranding terbalik, dan kabar lagi klok dian itu cewek nggak bener”


“hush… nggak boleh ngatain orang sembarangan lah, nggak baik nyebar fitnah yang nggak2 desi”
“ya udah klok nggak percaya, aku mau makan dulu laper ini”
Aku hanya membalas dengan senyuman saja, senyuman yang sama seperti biasanya, senyuman yang biasa aku lemparkan untuk semua sahabat-sahabatku, termasuk danar. Walaupun aku diam-diam mulai menyayangi danar tapi aku coba untuk memendamnya dan biarkan ditelan oleh waktu, sekalipun gossip antara aku dan danar sudah mulai membengkak, aku akan terima semua, termasuk dian yang sebentar lagi akan mendatangiku (labrak). Oke… aku akan terima semua dan aku jelaskan semua.


Sekolah berakhir untuk hari ini, harus pulang cepet dan beres-beres rumah karena kakakku akan pulang dari bandung. Tapi naas banget, dian dan kawan-kawan udah stand by di gerbang dan aku tahu apa yang akan dia lakukan.


“heh.. cewek blagu, yang suka centil sama cowok orang lain..?” ketus dian.
“kamu panggil aku?” aku masih menunjukkan muka tenang seolah tak akan terjadi apa-apa.
“ya iyalah, masih nggak ngerasa aja lo” dian sudah siap ingin menampar aku tapi sebelum itu terjadi danar datang dan menghadang dian.


“dian, lo gak usah blagu, jangan mentang2 ortu gw njodohin kita, jangan se enaknya ngatur hidup gw, kita blom sah jadi suami istri, jadi jangan coba-coba ikut campur urusan gw, semua apa yg gw lakuin bukan urusan lo. Ngerti….!!!!”
“tapi kan sayang….” Belum seldsai dian berbicara sudah ditinggal danar dan nia.
“kamu nggak apa-apa nia?”


“nggak kok makasih ya..?” niatku ingin menjauh dari danar tapi kalah cepat dengan genggaman tangannya.
“nggak usah kayak gitu nia, aku nggak suka kamu menjauhi aku,, apa kamu nggak ngerasain apa yang aku rasain..?”
“maksud kamu..?”
“aku sayang sama kamu, aku pengen hidup selamanya sama kamu, bukan sama dian, aku udah tahu semuanya tentang dian, aku nggak mau itu terjadi”
“maaf danar, aku nggak bisa. Kamu udah dijodohin sama orang tuamu, jadi hargai mereka, walaupun aku juga sayang sama kamu, aku akan menjauh dari kamu dan memendam rasa ini” selesai berkata aku berlari dan langsung naek kendaraan umum.
Aku sengaja menjauh dari danar, dan tak pernah kasih kabar untuknya. Sampai kuliah pun aku tak pernah kasih tahu dimana tempatnya.


***


Sekarang, memang ada rasa nyesel tapi turut berbahagia juga.
“hayo, ngelamunin apa?”
“eh kak adit ngagetin aja, nggak ngelamunin apa-apa kok. Kakak mau nikah kapan..?”
“nunggu kamu abis sarjana aja lah, kenapa emangnya dik..?”
“nggak apa2, Cuma Tanya”
“kakak tahu semuanya”
“hem.. bagus deh” aku hanya melempar senyum dan kekamar beres-beres kemudian berangkat ke kampus.

Memang tak terasa wisudaku sudah di ambang pintu, tapi rasanya aku masih ingin meneruskan kuliahku,, ah.. nggak mungkin, mau bayar pakek apa,, sedangkan duit aja nggak punya. Saat duduk sendiri, aku melihat dian kekampusku, ‘mau ngapain dia’ pikirku. Ternyata dian selama ini satu kampus denganku, kenapa aku tak pernah menyadari itu ya..?


Aku sudah wisuda, dan sebentar lagi bekerja, tapi kakakku tak kunjung menikah malah mau menunggu aku yang menikah duluan, aneh banget lah. Dan tak terasa pula hari pernikahan danar dengan dian telah tiba , aku terpaksa menghadirinya karena bujukan kak adit, kakakku sendiri. Akad nikah pun akan dilaksanakan, tapi sial mungkin saat menyebut nama mempelai wanita bukan menyebut nama dian, tetapi menyebut namaku. Aku bingung, kenapa jadi begini dan tak bisa berkutik sama sekali, hal itu pun terulang 3 kali sampai akhirnya orang tua danar bertanya kepada danar.

“danar, jangan bikin malu papa”
“siapa yang bikin malu papa, danar nggak bisa nyebutin nama dia, danar Cuma pengen sama nia pa”
“siapa nia..?”
“nia itu, dia” danar menunjuk aku dan semua mata tertuju padaku, aku tak tahan dibeginikan, akhirnya aku mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat ini. Tapi kalah cepat lagi dengan danar..

“pliss nia, jangan menjauh dari aku, aku sayang banget sama kamu, aku Cuma pengen nikah sama kamu.” Tanpa memberiku kesempatan berbicara, aku diajak untuk duduk bersebelahan dengan danar. Aku hanya diam saja sekalipun dinikahkan dengan danar, yang bisa aku lakukan hanya menangis bahagia.

“danar, makasih ya, kamu masih menyimpan rasa cinta dan sayangmu untukku”
Danar tersenyum “rasa cinta dan sayangku tak akan pernah terganti oleh siapa pun nia”
Air mata dan senyuman bahagia selalu berkembang dan merekar indah…

TAMAT J J J ……

Cerpen Sedih Tentang Cinta : Aku Masih Mencintaimu wahh sesuatu baget ya ceritanya,,, heheh masih banyak ne cerpen puisi yang belom di post sabar yaa.... ^_^
Read more ...

Kamis, 15 Desember 2011

Cerpen Sedih Terbaru : Aku yang terkekang karena cinta

Cerpen Sedih Terbaru  : Aku yang terkekang karena cinta cerpen ini udah lama di draft tapi cerpen ini cerpen sedih banget lho , hehe maklum gara-gara kesibukan yang padat jadi tidak bisa menseleksi cerpen-cerpen yang akan di terbitkan. Jadi harap sabar yang cerpen belom di posting jangan lupa untuk temana-teman kirim cerpen maupun puisi mu di aneka reaja. Oke @@

Gue Bela Bola
Aku yang terkekang karena cinta
     Kenalin nama gue Dean. Gue adalah seorang pelajar dari SMA 16, sebuah SMA di tengah pusat kota yang lumayan favorit. Gue suka banget sama bola lebih tepatnya sepak bola. Bagi gue, bola adalah segala-galanya. Ibarat orang sakit nih, bola itu adalah obat gue. So, boleh dibilang gue suka sama bola banget deh. Hey,,, kok openingnya jadi kayak yang gak maksud gini ya? Aneh, biasanya nih kalo gue nulis cerpen openingnya gak kayak gini, ada apa ini? Hmmm… kayaknya gue mesti minum bola dulu nih biar gak tambah aneh?! Tuh kan gue makin aneh aja, masa bola diminum?

Sorry, gara-gara opening yang gue bikin agak gak maksud kalian semua pada ilfil buat baca cerpen gue. Tapi, gue harap kalian mau dengerin cerita dan keluh kesah gue, mengenai bola dan cewek gue.

Suatu pagi yang cerah dimana matahari terbit dari timur sambil tersenyum dan ayam berkokok sembari turun dari kandangnya, gue bangun dari tidur gue. Semalem gue baru bisa nutup mata gue sekitar pukul setengah satu, eh nggak setengah satu kan gue lagi bikin kopi berarti jam satu lewat dikit gitu. Hmmm… tapi kayaknya bukan jam satu lewat?! Pas jam satu kan gue masih nonton Scary Movie? Iya, bener. Jam satu lewat berapa gitu gue baru membaringkan tubuh gue di kasur. So, dapat disimpulkan kayaknya gue tidurnya sekitar jam dua pagi lewat beberapa menit (Hmmm… dari tadi ngomong jam dua lewat kenapa ya biar gak muter-muter ). Gue duduk di pinggir kasur gue sambil menggelengkan tulang leher gue ke kanan-kiri dan atas-bawah agar relaks. Menurut temen fitness gue neh, menggelengkan leher seperti apa yang gue lakuin setelah bangun tidur sangat bagus untuk kesehatan agar urat-urat leher yang kaku kembali relaks dan bisa mengalirkan darah dengan normal. Hmmm… pinter banget temen fitness gue itu, tau dari mana ilmu macam begituan? Padahal dia itu cuma lulus SD dan sekarang kerjanya jadi tukang jual bakso. Hebat! Ternyata bisa disimpulkan orang terpelajar belum tentu lebih pintar dari orang yang gak terpelajar ya?!

Sebelum gue beranjak dari tempat tidur untuk mandi pagi, gue meraih BB gue. Gue langsung membuka Facebook gue. Udah jadi kebiasaan gue tiap hari sejak mengenal Facebook untuk ngeliat notifications Facebook gue. Setelah layar Home Facebook gue muncul ada 36 notifications, banyak bener ya? Notifications apaan? Perasaan pas login terakhir gue gak nagapai-nagapain deh?! Gue yang pagi itu penasaran sama notification Facebook gue, langsung mengklik notification. Dan ternyata 36 notifications itu berasal dari wall temen-temen baru gue yang gue confirm kemarin sore. Senyum-senyum gue baca wall yang semuanya dari temen-temen cewek gue yang punya nama aneh-aneh likes, Dynas Luppy Much, Cantique Bunga Bangkai, Saiiyaa AnnaK maMMMiia, Puutri Luvt KaNdA,  Luna Bukan Maya bahkan Sicantikpengenbelikepitingrebus. Ckckckckck…. Untung aja kepala gue gak langsung pusing baca nama-nama aneh itu. Alay : mode on deh pokoknya hehehe…. Sorry ya buat temen-temen yang punya nama kayak yang udah gue sebutin. Peace!!! Setelah gue yang membaca wall mereka yang isinya, “Thanks yuacchh udah conf gue! Btw, siaapa nehh? zzLamm kenal,” gue langsung update status, “Hmmm… hari gini masih banyak orang alay berkeliaran! Waspadalah! Waspadalah!”. Kok gue malah cerita tentang Facebook ya?

Gue langsung berjalan ke kamar mandi gue setelah mengupdate status Facebook gue. Pas di kamar mandi gue langsung mengguyur badan gue dengan air yang pagi itu dinginnya memeluk erat badan gue. Bbbbrrrr….!!! Selesai mandi gue langsung pakai seragam sekolah gue, celana pink dan baju kotak-kotak warna pink. Yeks,,, warna seragam yang menjijikkan. Emang sih, dari awal gue udah ilfil pas tahu kalo ternyata seragam sekolah gue bernuansa pink. Kalau boleh neh, gue udah ubah tuh warna baju dengan warna ungu. Biar kata ungu warna janda, gue suka banget sama warna yang satu ini. Bikin hidup gue makin hidup aja gitu lho.
***

“Hei, bro! Semalem lo nonton bola kan?!” sapa Ryan temen sebangku gue.
“Nonton dong pastinya, tapi sayang banget deh Inggris seri sama Amerika,” jawab gue ambil meletakkan tas gue di laci meja.
“Iya bener loe. Padahal gue udah ngejagoin Inggris, eh gak tahunya malah seri.” Tambah Ryan.

“Ntar malem loe nonton lagi kan?” Tanya gue.
“Pastinya dong! O ya Dean, besok sore tim futsal sekolah mau tanding neh sama SMA Araldhika. Gue harap sih elo mau gabung,”

“Gue pasti datang, Ryan. Santai aja, kaki gue juga udah gatel neh pengen nendang bola. Udah lama gak main bola,”
“Iya, elo udah fakum gak main bola. Elo lebih mementingkan pacar loe itu, by the way, gimana hubungan loe sama si Bela?”

Fine, kenapa?”
“Tuh cewek kan gak suka sama bola, Dean,”
“Terus?”
“Gimana lo bisa tetep pcaran sama dia?”
“Hahaha… gue pura-pura udah keluar dari tim futsal sekolah. Yah, si Bela percaya aja sama gue,”

“Gue heran deh sama loe, Dean? Kenapa sih loe mau bertahan pacaran sama si Bela? Kalo gue jadi loe, gue udah putus tuh. Gak tahan gue punya cewek super overprotective kayak dia,”
“Hahaha…. Super overprotective maksud loe?”

“Iya, dia tuh overprotective banget sama loe. Gini gak boleh, ke sana gak boleh pokoknya  you must do what her ask deh. Baru nemuin gue hubungan mengerikan kayak loe,” lanjut Ryan.

“Buat gue itu semua gak ada artinya. Bela itu adalah cewek yang paling gue suka dan gue cintai. Ibarat belut neh, Bela tuh licin alias susah didapetin so, sayang banget kan kalo dilepasin gitu aja?!” jawab gue.

“Yah… terserah loe aja deh. Gue juga gak yakin elo bakal bertahan sama hubungan loe dengan monster itu.”
“Monster loe bilang???” ulang gue kaget.
“Iya, bagi gue cewek loe itu monster, Dean.”
Gue menjitak kepala Ryan keras, “Kurang ajar loe!” seru gue. 

Meski banyak orang yang ngenilai Bela nggak baik dalam artian cewek pengekang, gue masih cinta sama dia. Bela mempunyai nilai plus yang gak dipunya oleh cewek-cewek lainnya yaitu, perhatian dan romantic. Gue mau cerita sedikit neh tentang keperhatiannya dan keromantisannya Bela sama gue. Dulu, setelah gue pacaran kira-kira tiga bulan, gue mengidap penyakit yang kata dokter bikin hidup gue gak lama lagi terus Bela selalu nemenin gue siang malem. Hehehe… bercanda, gue gak punya penyakit begituan. Udah ah, gue mau serius. Dulu gue pernah terjangkit demam berdarah gara-gara digigit nyamuk aedes aegypty. Gue terjangkit penyakit itu sepulang dari tanding futsal di SMA 66 yang muridnya sebagian besar terjangkit demam berdarah. Sejak pertama kali gue opname, Bela standby di ruangan dimana gue dirawat. Sampe-sampe ortu gue malah mau ngawinin gue sama Bela karena saking perhatiannya pacar gue yang satu ini. Ckckck… boro-boro kawin, sekolah aja gue masih belum bener. And, sejak gue sakit DBD saat itu, Bela mulai gak suka kalo gue main futsal atau apapun yang berbau bola. Padahal, bola adalah cinta ketiga gue, setelah cinta gue ke Mama dan Bela.

Next, Bela itu romatis banget. Dari enam belas cewek yang udah pernah jadi pacar gue, Bela-lah cewek gue yang paling romantic. Udah jadi kebiasaan Bela tiap hari nelepon gue untuk ngebangunin dan ngucapin “Met tidur Beibh,” pada gue. Pada dasarnya, gue suka banget digituin, secara neh Bela tuh kalo bangunin gue dengan kata-kata manja seperti Mama gue yang biasa ngebangunin gue. Emang sih Bela tuh hampir sama dengan karakter Mama gue. Bukan cuman itu aja, saat ultah gue yang ke tujuh belas, Bela yang gak bisa maen piano bela-belain main piano untuk menghibur gue. Waktu itu, Bela ngajak gue dinner di kafe Dago. Saat gue tiba di sana, gue nggak ngeliat kehadiran Bela. Setelah sekitar sepuluh menit kemudian, terdengar suara dentingan piano dari panggung mini depan kafe. Bela dengan memakai baju yang serba putih langsung memainkan lagu Please be Careful with My Heart-nya Christian Bautista. So romantic banget deh….

***
     Jam 10 pagi gue nemenin Bela lagi makan di kantin sekolah. Hampir setiap hari gue dan Bela kalo sempat selalu jalan berduaan. Dengan berduaan-nya gue dan Bela, membuat orang lain yang ngeliat  ngiri dengan relationship yang gue jalin bersama Bela. Gue dan Bela udah punya komitmen dari awal kalo kita akan ngejalanin hubungan ini biasa-biasa aja dan kalo ada waktu akan selalu bersama. Mungkin komitmen itu juga yang menjadikan gue dan Bela sebagai icon hubungan pacaran paling patut dicontoh di sekolah gue. Sampe-sampe ada pengahargaannya lho! Hehehe….
     “Aduh beibh, Bela kan udah bilang rambutnya dipotong,” komentar Bela sambil merapikan rambut gue yang udah agak memanjang.

     Gue menyedot segelas es teh di hadapan gue, “Biarin masih kurang panjang.”
     “Tuh, kalo dibilangin bandel deh!” seru Bela sambil mencubit lengan gue.
     “Aduh, sakit beibh!” seru gue pelan.

     “Makanya, kalo gak mau gue cubit potong tuh rambut. Gue lama-lama eneg liatnya,”
     “Ya deh ntar kalo gue sempat dan ada uang, pasti gue potong beibh,”
     “Oya, beibh. Ntar malem gue diundang ke ultah sepupu gue, loe ikut ya! Gue udah janji mau bawa lo ke acara itu,” ajak Bela sambil menyuapkan sesendok nasi uduk yang gue beli. Hmmm… hal yang paling gue suka saat makan dengan Bela.

     “Ntar malem ya?” Tanya gue. Gue memutar otak gue ke kanan dan ke kiri. Dan setelah gue putar-putar, kayaknya gue ntar malem gak bisa deh. Ntar malem kan di Piala Dunia Jerman dan Australia bakal tanding. Hmmm… pasti seru tuh!
     “Beibh, kok diem aja?”

     “Eh, nggkk… beibh, ntar malem gue gak bisa. Soalnya, ntar malem gue bakal sakit perut,” jawab gue. Aneh, masa orang sakit bisa diprediksi ya? Konyol….
     “Nggak bisa ditunda ya beibh?”

     “Nggak beibh, soalnya ntar malem itu jadwalnya perut gue sakit. Biasanya sih kemarin-kemarinnya gue sakit perut tapi, gak jadi sakit so, terpaksa ntar malem sakit perut ini menghampiri gue.” Jawab gue. “Hehehe… alasan gue gak logis banget ya beibh. Ntar malem gue beneran gak bisa beibh, soalnya malem ini gue mesti jemput kakak gue di airport,” kata gue bohong. Kasihan pacar gue ini gue bohongin demi bola.

     “Elo gak lagi bohong kan beibh?” Tanya Bela dengan nada curiga.
     “Nggak kok. Ntar malem gue mesti ke airport, kakak gue pulang dari Surabaya.” Kata gue lagi. Hmmm… udah berapa kebohongan ya yang gue katakan pada Bela? Bela I’m sorry baby….
     Bela gak merespon jawaban gue lagi. Jadi gak tega gue sama pacar gue yang satu ini. Kalo dipikir-pikir, cinta gue ini lebih besar ke bola apa ke Bela ya? Hanya waktu yang akan menjawab ini semua….
***
     Jam tujuh malem gue udah standby di depan TV di kamar gue. Beberapa menit yang lalu Bela nelepon gue nanya tentang kakak gue. Untung aja gue bilang, gue belum berangkat jadi, Bela gak begitu curiga sama gue. Untung juga Bela gak maksa gue untuk datang ke ultah sepupunya. Kalo gue belepotan ngasih alasan bisa-bisa gue dimakan hidup-hidup sama si Bela. Hehehe… emangnya Bela apaan ya suka makan orang hidup-hidup?!

            Siaran Piala Dunia masih belum ditayangkan. Pertandingan Jerman melawan Australia belum juga dimulai. Lama banget. Padahal gue udah gak sabar liat pertandingan ini yang hanya berlangsung empat tahun sekali. Sembari menunggu iklan di TV, gue meraih Black Berry gue. Gue langsung membuka Facebook gue. Terlihat 56 notifications, ternyata banyak yang comment ke status gue yang, “Hmmm… hari gini masih banyak orang alay berkeliaran! Waspadalah! Waspadalah!”. Gue langsung membaca beberapa komentar, diantaranya, “bear alay yg pentink gug bikin org pusing”, “hey… kamuwh juga alay. Sesama org alay jgn saling ngjek”, “bener bgt! Org alay musti diwaspadai, hadoh… alay… alay… alay…”, dan “Apa urusan loe? Loe juga alay tuh! Shit!!!” Hmmm…. Gue geleng-geleng kepala nebaca komentar alay dari orang alay hehehe…. Udah lah gue gak mau ngebahas tentang alay ini. Ntar kalo gue salah nulis bisa-bisa gue juga yang dibilang alay. Gue langsung mengupdate status Facebook gue yang berisi tentang dukungan gue terhadap Jerman. Dan, sejak awal pertandingan dimulai gue langsung khsusuk menonton pertandingan sepak bola dunia ini.

Setengah jam kemudian, BB gue bunyi. Terlihat nama Bela menelepon di layar. Gue langsung mengecilkan volume TV gue dan mengangkat telepon Bela. Sialan! Ngapain sih Bela nelepon gue?

“Halo, beibh!” sapa gue.
“Hai, beibh!” sahut Bela, “Lagi apa nih beibh?” Tanya Bela.
“Hmmm… lagi di airport,” dusta gue sambil menggigit bibir gue.
“Oh… pesawatnya belum landing ya?”
“Iya neh, masih belum tiba juga. Elo sendiri lagi apa beibh? Masih di ultah sepupu loe?”
“Udah pulang gue. Acaranya gak asyik.”
“Oh,” jawab gue pendek.

Beibh, gue sayang sama loe,” kata Bela tiba--tiba. Aneh banget deh Bela ngomong sayang sama gue. Ada apa neh? Jadi curiga gue.
“Maksud loe beibh?” Tanya gue heran sambil mengernyitkan dahi gue.
“Kenapa? Gak boleh gue bilang sayang sama loe?”
“Nggak sih, bukannya gitu. Aneh aja elo tiba-tiba ngomong sayang sama gue,” jawab gue.
“Udah ah, gak usah dipermasalahin. Gue capek,” kata Bela lagi lalu mematikan teleponnya.
“Halo! Beibh?!” seru gue tapi, suara Bela udah gak terdengar lagi.
Ada apa neh? Bela kok tiba-tiba jadi aneh kayak gini? Gak biasanya pacar gue kayak gini sama gue. Gue bener-bener penasaran dengan apa yang terjadi. Entahlah gue gak tahu apa yang terjadi sama Bela, pikiran gue melayang kemana-mana. Gue yang semula antusias nonton pertandingan Jerman VS Australia di Piala Dunia 2010 jadi gak minat banget. Huhuhu… what happen with you Bela?
***
Lapangan futsal sekolah, 15.13 WIB.
Sore ini gue dan temen–temen futsal gue lagi pemanasan di pinggir lapangan. Pertandingan persahabatan antara sekolah gue dengan SMA Araldhika sore ini dimulai. Sore ini juga gue seneng banget bisa maen futsal lagi, setelah beberapa bulan gak maen futsal gara–gara dikekang oleh Bela. Gue beruntung bisa maen futsal lagi hari ini, meski gue bohong sama Bela. Tadinya, Bela curiga gue maen futsal sore ini tapi, setelah gue jelasin dari akar sampe daunnya akhirnya Bela ngerti juga. Untung aja Bela gak begitu curiga sama penjelasan gue jadinya, gue bisa tenang maen futsal dan kembali membawa nama baik tim futsal sekolah. Sekilas aja neh, gue tuh dulunya sebelum pacaran sama Bela sering banget maen futsal dan selalu membawa tim futsal sekolah sebagai juara, baik pertandingan antarsekolah, kota maupun provinsi. Tapi, semenjak gue pacaran sama cewek impian gue yaitu si Bela, prestasi tim futsal sekolah gue mengecewakan. Gara-gara gue gak maen futsal dan lebih mementingkan si Bela.

“Priitt!!!” peluit ditiup. Pertandingan futsal segera dimulai. Semua pemain tim futsal sekolah gue dan tim futsal SMA Araldhika memasuki lapangan.
Setelah bersalaman dengan pemain tim futsal SMA Araldhika, pertandingan dimulai. Bola pertama berada di kaki Edo, pemain dari SMA Araldhika. Bagus mencoba merebut bola dari kaki Edo namun, Edo terlalu lincah sehingga mampu menembus pertahanan tim futsal sekolah gue. Namun tak lama kemudian, gue berusaha mendekati Edo dan berhasil merebut bola itu dari Edo. Kontan gue langsung mengarahkan bola ke daerah lawan dan bola gue tendang tepat pada Nino yang berada di dekat gawang lawan. Merasa tak ada yang menjaga keberadaannya, Nino langsung menendang bola ke arah gawang dan. Gol!!! Tendangan manis dari Nino memulai kemenangan tim futsal sekolah gue.

“Dean!” panggil Didit ke arah gue saat bola masih berada di tangan keeper.
“Apa?” Tanya gue sambil terus fokus pada bola yang masih belum dilempar.
“Lihat tuh!” tunjuk Didit ke pinggir lapangan.

Gue menoleh ke pinggir lapangan, terlihat dua cewek yang masih memakai baju SMA berdiri di pinggir lapangan menyaksikan pertandingan futsal yang baru aja dimulai, “Shit!!!” seru gue setelah tahu kalo cewek yang berdiri di pinggir lapangan itu adalah Bela dan Nadin. Mampus gue kali ini. Mau ngomong apa gue ke Bela tentang kebohongan gue? Merasa hubungan gue dan Bela terancam musnah, gue memilih untuk keluar dari pertandingan. Duh, di saat lagi seru-serunya maen futsal melawan SMA Araldhika gue masih lebih mementingkan Bela. Parah.

“Hei beibh!” sapa gue dengan nafas yang masih naik turun dan keringat yang bercucuran.
Bela tersenyum masam.
Beibh, gue bisa ngejelasin ini semua sama loe,” kata gue seakan tahu kalo Bela marah ngeliat gue sore ini maen futsal.
“Hei, bebh!” seru Bela lalu menampar pipi gue.
Gue membelalakkan mata gue. Kaget. Shock. Malu. Malu karena beberapa orang ngeliat pacar gue menampar gue di tempat umum. “Auw!!!” seru gue.
“Elo tahu kenapa gue menampar loe?” Tanya Bela dengan wajah yang mulai memerah.
Beibh, maafin gue….”

“Apa? Loe minta maaf? Elo udah berkali-kali ngebohongin gue demi bola, elo lebih cinta sama bola daripada sama gue. Iya kan, beibh?!”
“Maksud elo apa?”

“Gak usah berlagak gak ngerti!!! Gue udah muak sama loe! Gue udah bosen dengan kebohongan dari mulut loe! Elo kira, semalem gue gak tahu kalo elo nonton Piala Dunia? Dan elo pikir, gue juga gak tahu kalo hari ini elo gabung sama tim futsal sekolah?”

Beibh, sorry. Gue akui gue emang salah, beibh. Gue udah bohong sama loe. Gue bukan lebih mementingkan bola daripada loe. Gue sayang sama loe tapi, kenapa loe gak pernah memikirkan gue? Kenapa selalu gue yang harus memikirkan loe? Gue nerima diri loe apa adanya, sedangkan elo? Elo gak bisa ngelakuin apa yang udah gue lakuin sama loe. Selama ini gue udah terlalu bersabar mengahdapi kekangan dari loe. Beibh… gue mohon maaf sama loe. Kalo elo masih ngelarang gue untuk menjauhi bola, sorry banget gue gak bisa. Lebih baik gue menjauhi hubungan yang mengekang gue daripada harus menjauhi bola yang udah jadi bagian dari hidup gue,”

Mata Bela berkaca-kaca dan air mata menetes dari bola matanya yang membundar cantik, “Beibh… gue sayang sama loe. Gue gak mau kehilangan loe, gue sayang sama loe beibh….” Kata Bela lirih sambil menutup mulutnya.

Beibh, gue juga sayang sama loe. Gue gak mau pisah sama loe.”
Beibh… gue mau hubungan ini terus berlanjut,” kata Bela lagi.
“Gue juga berharap begitu. Tapi, elo bisa kan gak mengekang gue untuk main bola lagi?” Tanya gue.

Bela mengusap air matanya dan mengangguk.
Gue melayangkan kecupan di kening Bela di hadapan orang banyak sebagai tanda terima kasih.

Akhirnya di bagian paling akhir cerita gue ini, gue bisa menjalin hubungan gue dengan Bela tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi untuk main bola yang udah jadi bagian dari hidup gue. Hmmm… bagi gue inilah kisah cinta gue yang gak bisa gue lupa karena gue bisa mencintai Bela tanpa harus mengubur rasa cinta gue pada bola. Dan dari kisah gue ini, gue bisa mengetahui bahwa cinta yang jujur akan membawa kejujuran pula dalam hubungan yang sempurna. Sesempurna cinta gue ke Bela dan bola. Gue, Bela dan bola akan hidup bersama dan tak akan terpisahkan.
◊◊◊ the end◊◊◊

Cerpen Sedih Terbaru  : Aku yang terkekang karena cinta keren baget yaa,,, buat gmana gt,, hehhe yuk mari baca cerpen yang alinnya, so ingat selalu gudang cerpen Cuma di aneka remaja
Read more ...
 
Keaneka Ragaman dan Serba Serbi | Template Ireng Manis © 2010 Free Blogger Template Ajah for DheTemplate.com - New Free Blogger Template Everyday